Dedy Tribun . Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 13 Februari 2014

Hernu: Acok, Maliang Teriak Maling

2 komentar
TANJUNGPINANG,BNEWS-Hernu Grandi, salah seorang pengusaha tambang yang dilaporkan koleganya ke pihak Kepolisian angkat bicara. Laporan atas tindak pidana peniuan oleh koleganya, Haryadi alias Acok, terkesan maling teriak maling. Selain itu, Hernu mengatakan pihak Kepolisian di Polres Tanjungpinag terkesan tidak netral.

"Seharusnya saya yang melaporkan Acok itu, karena saya yang banyak rugi. Tapi saya tidak membuat laporan, karena dia banyak hutang sama saya, dia duluan yang membuat laporan. Acok ini sudah sma dengan maliang teriak maling. Setelah dia melaporkan saya, saya kembali melaporkan dia (Acok-red), tapi pihak Polres Tanjunpinang tidak mau menerima laporan saya dengan berbagai macam alasan,"ujar Hernu.

Kasus ini berawal dari pengerjaan tambang di lahannya , jelas Hernu, pada tahun 2011 Boby Jayanto menambang buoksit dilahannya tanpa sepengetahuannya. Setelah usut punya usut, tambahnya, ternyata penambanggan yang dilakukan Boby Jayanto dilahanya itu didanai oleh Acok. Pada saat itu, ia mengaku tidak mengenal dan tidak pernah berhubungan dengan Acok.

"Setelelah saya tau ada orang yang menambang dilahan saya itu, saya langsung mempermasalahkannya. Bagai mana saya bisa mengenal Acok waktu itu, dia (Acok-red) mengirimkan orangnya menemui saya untuk meminta saya untuk menemuinya. Setelah saya temui, Acok curhat kepada saya tetang penambangan yang dilakukan Boby dilayahan saya itu. Acok mengakui yang mendanai penambanggan itu, tapi batu hasil tambang itu tidak dijual Boby kepadanya, Boby menjual hasil tambang itu kepada orang lain,"jelas Hernu.

Dari pertemuannya dengan Acok, Acok meminta saya untuk melaporkan Boby ke Polda Kepri. Setelah laporan diterima Polda, tambahnya, terjadilah perundingan antara Boby, Acok dan saya. Akhirnya hasil pertemuan itu, hasil tambang disepakti dijual dan setelah itu Boby keluar menambang dari lahan saya dan Acok masuk.

"Tapi hasil dari penjualan tambang itu tidak pernah saya terima sampai saat ini. Kata Boby, uang dari hasil jual tambang itu sudah diambil Acok. Hasil tambang sebanyak 36.600 metrik/ton itu, seharusnya saya mendapat sekitar Rp 1 milliar lebih. Anehnya, sekarang saya yang dilaporkan Acok atas hutang piutang yang tidak saya bayar kepadanya sebanyak Rp 700 juta.

Hernu mengaku sudah pernah menyicil hutangnya itu kepada Acok melalui orang bagian keuangan diperusahannya bernama Aseng Baruna alias Agus Susanto. Jika uang itu tidak diterima Acok, katanya, berarti Aseng bisa dikatakan telah melakukan pengelapan uang bosnya (Acok-red).

"Dalam kasus ini, akan saya hadapi sampai dimana pun. Seharusnya saya yang membuat laporan, karena saya yang banyak dirugikan. Padahal uang itu hak orang banyak yang bekerja di tambang, dan belum saya bayarkan. Awalnya saya masih menganggap Acok sebagai orang tua, makanya uang saya yang tidak dikelaurkan itu tidak saya permasalahkan. Sekali lagi saya katakan, dalam kasus ini saya tidak akan takut menghadapi Acok. Katanya Acok kebal hukum, kalau berhadapan dengan saya, saya tidak akan mundur. Saya minta pihak Kepoilisian dalam menangani kasus ini berada di tempat yang netral. Hukum jangan diperjual belikan,"pungkas Hernu yang menemui tribun di kawasan Bintan Centre.
Continue reading ...

Rabu, 12 Februari 2014

Caleg?? Sudahkah Anda Blusukan Hari Ini

0 komentar

Jadwal resmi kampanye terbuka tinggal beberapa minggu lagi. Walau, ‎gitu hampir merata caleg mencuri Start kampanye yang dibungkus sosialisasi wajah, baik di jalanan maupun di media-media.

Curi Start dilakukan mulai caleg lama dan caleg baru. Baru karena tahun 2014 ini, ada banyak kesempatan jadi Caleg Gratis dan cukup berijazah sarjana atau tokoh masyarakat. Semua terbuka lebar, dan rata-rata berpendapat siapa tau jadi. 

Karena gratis, tentu partainya juga kurang favorit, cuma memenuhui kuota caleg saja kayaknya. Saya tidak mengkomentari anda maju dari partai apa, tapi jika benar-benar memanfaatkan kesempatan itu, bisa saja partai Anda akan menjadi partai favorit di tahun ini.  Caranya, dengan berani mengkritisi rekam jejak caleg lama yang ingin maju lagi.

Mengkritisi boleh, tapi lakukanlah dengan baik dan sopan. Misalnya, berbicara kritis tapi ada datanya. Bukan mengkritisi tanpa data, ujung-ujungnya pencemaran nama baik.  

Caleg yang pintar biasanya memainkan ‎ data dan memiliki tim sejak lama. Tim itu yang bekerja secara sistematis, sambil mengumpulkan data didaerah pemilihannya. Tim inilah yang mengkompori caleg tertentu partai itu buruk.. Intinya tim mampu memutarkan isu, agar caleg mereka laku dijual.

Butuh biayakah, tentu‎.. besarkah relatif. Tapi, kalau dilakukan sejak lama, maka tidak akan terasa. Beda, kalau jadi caleg karena coba-coba.

Biasanya, caleg seperti ini cenderung menyuarakan sakit hatinya karena dulu saya tak dapat, keluarga itu tak dapat, kok cuma keluarga mereka saja yang dapat. Hasilnya, kritis yang mucul bukan berdasarkan data, tapi berdasarkan kepentingan pribadi.

Semoga saja, anda tidak termasuk demikian, jikapun ya, maaf ya ngak masuk menyinggung, tapi cuma mengingatkan saja. Karena, masih ada waktu untuk tampil beda dari caleg lain.

Jangan takut, dengan caleg ber"uang" atau caleg lama. Biasanya, mereka caleg ini memanfaatkan pola transaksi.  

Mengutip pernyataan Ketua Bawaslu pusat di TV siang tadi, Caleg dengan uang banyak, akan mendekati tokoh-tokoh masyarakat tertentu di wilayah pemilihannya. Artinya, cuma beberapa sosok saja yang terbeli. 

" Bagi beras, sembako, pakaian kayaknya sudah kurang tepat dalam massa sosialisasi caleg saat ini. Pendekatan ketokoham juga kurang mengena. Bantuan sembako, ya cocoknya‎ bagi masyarakat korban bencana,"ujar ketua Bawaslu itu.

Saran saja, manfaatkan massa sosialisasi lainnya dengan setiap hari Blusukan. Datang dan silahturahmi warga, tanyakan apa yang dibutuhkan, masalah apa yang perlu segera dilakukan. 

Misal, masalah uang sekolah anak, jadilah caleg yang mengurusnya baik di sekolah maupun ke tingkat lebih tinggi di pemerintahan. Atau masalah kesehatan, bantu mengurus keluarga dan korban yang sakit. Intinya, mengutamakan memberikan Jasa, lebih mahal dibanding bagi-bagi duit dan sembako.

Siapa yang bisa jamin, sembako diberi anda akan dipilih besok, siapa tau, ada caleg lain memberi sembako lain dalam jumlah besar, otomatis Anda akan dikesampingkan saat pencoblosan nanti. 

Oh, anda berpendapat beri bantuan pada kelompok atau SARA tertentu, ya bisa saja, tapi kan Anda bukan satu-satunya juga melakukan yang sama. 

Cara ampuh memengaruhi calon pemilih, ya dengan memberikan lapangan kerja pada warga yang membutuhkan. Mau bukti, ya Jokowi di Solo dengan usaha kayunya, membuat banyak lapangan kerja, dan itu membantu dan dikenang masyarakat.

Memang tulisan ini cuma cuap-cuap saja, tapi saya cuma memberi ide atau cuma sekadar perbandingan apakah Anda Yang jadi Caleg sudah atau belum melakukan.

Kalau menurut saya, masalah masyarakat saat ini, seputar pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, susah mendapatkan rumah tinggal layak huni, susah mendapatkan fasilitas air dan listrik dan masalah berkaitan dengan hukum dan aparat pemerintah.

Kalau masalah perut, semua orang bermasalah sama, baik kaya maupun miskin. Nah, bagaimana caranya mengetahui kebutuhan masyarakat ini, ya dengan Blusukan. Pertanyaannya, Sudahkan Anda Blusukan Hari ini. (dedy suwadha / 12 februari 2014)

Continue reading ...

Selasa, 11 Februari 2014

Usman-Harun " Bukti " Ganyang Malaysia apa Orderan Negara Tertentu 

0 komentar

Harusnya Perlawanan Usman Harun Dilanjutkan
‎
Ribut-ribut soal nama Kapal Perang Indonesia, ‎KRI Usman Harun kayaknya menjadi momentum bagi kita untuk mengingat seberapa penting sih, konfrontasi yang dikomandoi Presiden Soekarno waktu itu.

Siapa yang diuntungkan dengan konfrontasi itu sebenarnya. Masyarakat Melayu di Singapura, atau republik Indonesia waktu itu.

Secara politik, saya tidak paham karena masih kecil.  Yang saya tahu, setiap hari Pahlawan, kami selalu mencari jejak-jejak para pejuang yang terlibat dalam Ganyang Malaysia.

Benarkah Ganyang Malaysia, apa Ganyang Pulau Singapura. Saya tidak tahu, apakah perang terbuka antara Indonesia dengan Malaysia terjadi di Dataran Malaysia apa di Pulau Singapura saja.

Namun, setiap Malaysia melecehkan Indonesia, maka teriakan Masyarakat kita bergema Ganyang Malysia. Heroik, tapi saya rasa agak keliru, jika Benar konfrontasi TNI kita hanya sampai Singapura.

Jika memang, Tentara Malaysia perang dengan tentara kita di Singapura, maka aksi bom oleh Usman dan Harun waktu itu di Singpura harus menjadi momen baik bagi Indonesia menguasai pulau Singapura.
‎
Tapi, kayaknya, status Usman dan Harun sebagai Prajurit TNI AL KKO alias Marinir yang tewas dimiliter Singapura, seakan terlewatkan saja, karena setelah tentara Malaysia kabur, kenyataan, Singapura menjadi Negara berdiri sendiri.

Sia-siakah Usman dan Harun dikorbankan, saya tidak tahu. Tapi, saya pikir kayaknya Ya.

Kenapa, karena itu tadi, Militer Malaysia kabur dari Siangpura, mestinya Militer Indonesia harus mampu menduduki Singapura.

Tapi, kenyataan tidak, militer kita apakah gagal mengalahkan tentara Inggris di Singapura, atau memang ada misi, cuma memecah kekuasaan Malaysia terhadap Pulau Singapura.

Banyak yang menjadi pertanyaan saya, dan hingga kini belum mampu terjawabkan. Satu, yang pasti, Singapura jatuh ke tangan ‎ Pendatang dari Negeri China. Dan, muncullah nama Lie Kwan You.. 

Apakah ada deal tertentu dengan tokoh Di Singapura, dengan presiden Soekarno waktu itu. Saya tidak bisa jawab‎. 

Tapi, setelah itu Indonesia berhasil menguasai Irian Jaya berikut berbagi emasnya.

Lalu.. Kini nama Prajurit Usman dan Harun menjadi pahlawan, dan dijadikan nama KRI. Lalu, kenapa pula Singapura ribut. Seharusnya masyarakat Singapura berterima kasih kepada pengorbanan mereka.

Terlepas, aksi pengeboman mengakibatkan gejolak dan menggap itu aksi teroris, tapi cobalah Anda lihat dampak positifnya Wahai Warga Singapura. Terutama warga pendatang dari China.

Ada banyak hal dan modus yang belum terungkap dalam Sejarah. Dan, sejarah mengenai Konfrontasi atau Ganyang Malaysia cuma sepintas dalam pelajaran sejarah Di sekolah dulu.

Oh ya, sebelum menutup pertanyaan saya, kenapa diributkan dan diberi nama Kapal itu, menjelang pemilu 2014. 

Apakah ada unsur atau modus lain, untuk mengingatkan masyarakat Indonesia, apakah Aksi Ganyang yang diserukan Soekarno waktu itu, ‎sebagai aksi heorik atau ada upaya melemahkan. 

Saya tidak tahu, dan hanya pembuat kebijakan bersejarah saja lah yang mengetahuinya. Sekali lagi, saya minta maaf kalau perkiraan saya keliru. Tapi, jika pemikiran dan pertanyaan Anda sama seperti saya, maka Anda termasuk orang yang sepaham dengan saya. Dan, kalau Anda bisa meluruskan pertanyaan saya, mohon diberi komentar ya. (dedy suwadha / 12 februari 2014) 
Continue reading ...

Senin, 10 Februari 2014

Hanya di HPN Bengkulu SBY "Ditawari" Jadi Pimred di Media

0 komentar

BENGKULU- Peringatan Hari Pers Nasional yang digelar setiap tahun dan dihadiri Presiden Republik Indonesia‎, memberi dampak positif bagi tuan rumah.  Begitu juga dengan penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) ke 68 di Bengkulu, dimana hampir 98 persen tamu dan peserta adalah pertama kali ke Bengkulu.

Hal ini diungkap Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono‎, dalam pidato Dihadapan ratusan wartawan dan tamu negara, dipuncak HPN di Benteng Marlborough Bengkulu.

" Saya Ingin Bengkulu bisa bangkit dan bisa berkembang seperti daerah lain di Sumatera. Penyelenggaraan HPN ‎ini, kita akan mengembangkan jalur lintas barat, terutama akses langsung dari Lampung ke Bengkulu. Kita juga mendapat laporan pengeboran minyak lepas pantai juga mulai dikerjakan,"ujar Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pidato hampir satu jam, Minggu (9/2) di Bengkulu.

Diawal pidatonya, ‎SBY menyampaikan kalau ini pidato perpisahannya Dihadapan insan pers seluruh Indonesia.

 " Ini pidato perpisahan (farewell speech) di hadapan insan pers seluruh Indonesia.  Pada Oktober 2014 nanti sudah ada presiden baru yang akan menggantikan posisinya,"ujar SBY.

Dingatkan Presiden, kemerdekaan pers di Indonesia sudah terlaksana. Karenanya, setiap insan pers harus menjaga dan mempergunakan kebebasan yang ada sebaik-baiknya. 
‎
"Kebebasan pers harus dijaga sebaik mungkin dan digunakan untuk kepentingan bersama, sehingga dapat mengawal kinerja pemerintah dan demokrasi," ungkapnya. 

Karenanya Presiden menitipkan amat kepada sejumlah pemilik media massa yang punya keinginan terjun di dunia politik, agar menggunakan medianya dengan baik sebagaimana fungsi media itu sendiri. 

"Kedaulatan tertinggi di tangan rakyat, bukan ditangan pemiliki modal, bukan di tangan media atau penegak hukum," katanya. 
"Karena rakyat tidak bisa dibeli karena mereka punya nurani," ucapnya.

Sementara itu, sebelum pidato SBY, ‎ ‎Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Margiono berpidato dan menyampaikan hal-hal menarik dan ceplas-ceplos di hadapan SBY.

Berkaitan tahun Politik, dan tahun ini SBY pensiun jadi Presiden, Margiono menyampaikan kalau sudah pensiun jangan khawatir.  

" Pak Presiden   tak perlu khawatir jika pensiun dari presiden. Pasalnya, bapak SBY sudah menjadi "Sahabat pers" yang sudah menjadi bagian dari dunia pers.  Ada dua posisi penting yang menanti jika pensiun nanti, pertama jadi Pimred di Media dan posisi menjadi Ketua Dewan Pers," kata Margiono, disambut senyum presiden dan gelak tawan peserta yang hadir.

Pinangan ini muncul, lanjut Margiono, karena ia menilai orang nomor satu di Indonesia ini sudah sangat pantas menjadi Pemimpin Redaksi (Pimred). Dimana SBY punya kemampuan menulis yang dibuktikan melalui hasil karyanya berupa karya tulis dan buku. 

Bahkan menurut Margiono, tulisan SBY lebih hebat dari tulisan wartawan. Sehingga kalau SBY jadi pemred koran dan media, maka kemungkinan besar akan terjadi kemajuan yang luar biasa.

 "Kami saja orang biasa, bisa buat media maju, apalagi kalau yang memimpin media adalah orang luar biasa," puji Margiono. 

Kedua, hubungan SBY dengan media sudah cukup baik. Sehingga SBY dinilai sangat layak bisa memimpin pers kedepan dengan duduk sebagai Ketua Dewan Pers. Apalagi beberapa waktu ke depan masa jabatan pak Bagir Manan juga akan berakhir. 

“Pak Bagir Manan juga siap menyerahkan jabatannya kepada SBY, kalau Pak Bagir sudah pensiun nanti,” ungkap Margiono penuh canda. 

Untuk itu, kata Margiono, insan pers berharap suatu ketika nanti akan ada satuy acara khusus untuk memberikan penghargaan kepada SBY. Dan sebagai bentuk timbal balik, di acara itu SBY diharapankan dapat memberikan orasi lebih mendalam tentang pers, demokrasi, dan pembangunan.

KW Batam Terkenal di Bengkulu

Pada Hari Pers Nasional di Bengkulu ini, ‎PWI Kepri hadir dengan 22 Anggota dan dewan kehormatan, mendampingi Gubernur Kepri diwakili Asisten III Gubernur Kepri Said Agil.

Sabagai tamu, sambutan tuan rumah sangat ramah, sekaligus menyentuh hati.  Sebagai provinsi termuda di Sumatera, Kepri telah mengalahkan kami. Bengkulu, bisa disebut daerah tertinggal dibandingkan daerah lain di Sumatera.

Tertinggal dari potensi investasi, serta letak yang tidak geografis perekonomian Asia.

" Ibarat ikan, Kepri itu lambung atau isinya, sedangkan Bengkulu, sirip atas ikan, yang penuh duri. ‎Arti sebenarnya, kami daerah yang kurang menarik dan cenderung terlupakan. Harapan dulu bisa maju dengan lintas barat, kini tak kunjung selesai, dan di HPN ini pemerintah pusat mulai ‎memperhatikan, dimana akses jalan dari Lampung ke Bengkulu mulai di kembangkan," Harnyoto, Kadis Sosial Provinsi Bengkulu, dalam welcome diner di Hotel Wedika, Sabtu (8/2) malam.

Dijelaskan Harnyoto, masalah investasi juga pengaruh pada kondisi Bengkulu yang disebatu daerah rawan gempa. " Daerah kami daerah pertemuan dua lempeng dunia, ini yang menyebabkan gempa. Kami sadar, dan itu juga yang membuat kami tidak berdaya,"papar Harnyoto lagi.

Terkait Provinsi Kepri, masyarakat Bengkulu sangat mengenal kota Batam. Apalagi, kini telah ada penerbangan Wing Air setiap hari ke Bengkulu.

" Masyarakat kami sangat mengenal Batam, dan produk-produk KW nya. Mulai jam KW, HP KW, tas KW dan elektronik lainnya, kami masyarakat sangat menyukai, dan bicara Batam, terkenal produk KWnya," ungkap ‎ Harnyoto. 

Ketua PWI Kepri, Ramon Damora dalam sambutannya di acara wellcome dinner mengatakan, bahwa kedatangan rombongan media dan Pemprov Kepri adalah semata-mata untuk menghadiri HPN sekaligus menjalin silaturahmi dengan Pemerintah Bengkulu. 

"Tujuan kami sangat jelas, mohon kiranya kami dibimbing," ungkap Ramon. 

Senada dengan Ramon, Asisten Daerah Said Aqil mengatakan bahwa Kepri sangat berterima kasih dengan berbagai sambutan dari sekenap panitia, terutama Dinas Sosial yang diberikan tugas mendampingi rombongan Kepri. 

Dalam suasana santai, Said memuji keramah tamahan masyarakat Bengkulu selaku panitia, dan ia sangat berharap hubungan silaturahmi itu dapat terjalin di lain waktu. 

Selain peringatan HPN, lanjut Said, satu misi penting Kepri adalah membawa pulang HPN 2015 mendatang ke Provinsi Kepri. 

Karenanya, kedatangannya juga tidak hanya sekedar peserta HPN, tetapi bagaimana belajar dari tuan rumah Bengkulu menjadi pelaksanaan yang baik, sehingga bisa diterapkan di HPN 2015 mendatang. ‎(ded)
Continue reading ...

Kamis, 06 Februari 2014

Gong Xi Fa Cai "Dibalut" Duka Sinabung‎

0 komentar

Banjir sudah berlalu hamir 3 minggu, namun sakitnya bajir masih terasa sampai saat ini. Terutama di daerah Pulau Jawa. Sedangkan, perayaan Imlek ‎juga sudah berlalu beberapa hari lalu, tapi suasanannya masih terasa dimana-mana.

Lalu, diselang antara Banjir di Jawa dan perayan imlek, terjadi letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Korban pun berjatuhan, siapa aja, kan udah ada beritanya. Tinggal googling aja ya. 

Ketika di Jawa musim hujan, di sini pulau Kepri Januari dan Februari ini waktunya musim kemarau. Panas terik, dan menyakitkan kepala.

Suatu keadaan yang didambakan orang-orang di Jawa saat ini, yaitu berhentilah hujan. Sedangkan di Pulau Kepri, turunlah hujan.

Dari pengalaman saya yang lama bertugas liputan di Bandara dan sering main ke Kantor BMG yang kini berganti nama Badan Meteorologi Krimatologi Geofisika, saya diajarkan membaca arah agin, titik satelit, arah perputaran angin topan dan titik kebakaran dan kemarau.

Hampir setiap minggu saya datang ke kantor itu, apalagi kalau tidak ada berita, maka saya ngadem di ruang komputer milik negara ini. Satu kata makasi atas ilmunya.

Dalam siklus cuaca, Imlek musimnya cuaca ekstrim. Imlek identik dengan musim Angin Utara. Dimana terjadi titik tekanan rendah di Pulau Jawa. Sebaliknya, titik angin teringgi berada di Samudera Cina.

Sama seperti air, angin juga mencari titik rendahnya. Hanya saja, dorongan angin ini disertai awan Comulonimbus, alias awan hujan.

Pada kondisi ini, Perairan di Kepri, terlihat sebagai alur jalan tol angin yang datang dari arah Pulau Sumatera, Malaysia dan Perairan Natuna. 

Tiga arah angin datang ini berkumpul jadi satu sebelum di teruskan ke arah Lingga- Bangka dan berkumpul di Pulau Jawa.

Angin kencang ini, otomatis tidak akan mampu menciptakan awan hujan di Kepri. Kondisi ini membuat awan di langit Kepri menghilang karena terbawa ke Pulau Jawa. 

Intinya, menguapnya air ke langit ditampung diawan, dan awan hujan ini dikirim ke Jawa. Hasilnya, ya mendung bertubi-tubi dan hujan lah Pulau Jawa. ‎
‎
Duka dan sumpah serapah mewarnai hati masyarakat di Jawa. Harapan Imlek di tahun Kuda Kayu tidak terlihat di Jawa. 

Imlek tahun ini juga membawa duka bagi warga Manado dan masyarakat di sekitar Gunung Sinabung Sumatera Utara.

Belasan jiwa manusia menjadi korban, dan itu telah menjadi takdir bagi mereka. Tidak ada peringatan mungkin, atau mereka yang ingin coba-coba keganasan alam.

Terkait banjir, memang diawali hujan deras, tapi masalahnya, apakah masyarakat sadar, dengan kebiasaan buruk buang sampah menyebabkan banjir.  

Atau di Sinabung, mungkin lelah dan tidak sabar dengan berbulan-bulan disiram abu gunung, akhirnya warga nekat mendekati gunung. 

Ok, mungkin ini rangkuman kejadian yang saya coba tuliskan di akhir Januari 2014 menyambut Februari 2014. (dedy suwadha / 7 Februari 2014)‎
‎
Continue reading ...

Rabu, 05 Februari 2014

10 Tahun Terakhir, Penunggak Pajak PBB di Tanjungpinang Capai 100 Ribu Orang

0 komentar

TANJUNGPINANG, TRIBUN - ‎ Pemerintah Kota Tanjungpinang kesalahan menerima tugas penagihan pajak bumi dan bangunan yang tertunggak mencapai Rp 32 miliar sejak tahun 2003. Angka ini dari jumlah wajib pajak yang menunggak 100 ribu orang wajib pajak.

" Tahun 2012 lalu, kami menerima berkas dan data tunggakan pajak masyarakat Tanjungpinang dari Kantor Dirjen Pajak pusat. Kini data itu ada pada kami, dan tugas kami yang menagihnya ke masyarakat. Kagetnya, nilai cukup besar dan jumlah Penunggak mencapai 78 ribu orang. Bahkan diakhir tahun 2013, Penunggak bertambah menjadi 100 ribu lebih orang Penunggak pajak bumi dan bangunan ini. Kami harus kerja keras tapi penagihannya tidak meresahkan masyarakat," ujar Darmanto, ‎‎Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan  Aset Daerah (DPPKAD) Tanjungpinang, didampingi Rianto, Kabid PBB Kota Tanjungpinang, Rabu (5/2) ke wartawan.

Dijelaskan Darmanto, masalah penunggakan pajak daerah ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan pusat. Dalam proses penunggakannya baru berhasil sebesar 10 persen lebih. Tidak maksimal dalam penagihan karena beberapa faktor, diantara banyak wajib pajak pindah dan tidak terlacak keberadaannya. 

" Baru Rp 3 miliar lebih dalam proses 1 tahun kerja ini. Kami pilah dan pilih, untuk Penunggak pajak dengan nilai Rp 2 juta keatas dulu, serta wajib pajak dengan data yang lengkap. Tujuan, agar tidak memberatkan dan meresahkan masyarakat. ‎Ada bukti fisiknya, tapi siapa pemilik sahnya, juga tidak bisa dihubungi,"ujar Darmanto lagi.

Ditambahkan Rianto, kebijakan mengutamakan nilai tunggakan diatas Rp 2 juta keatas juga dibarengi dengan sosialisasi ke semua tingkatan masyarakat. Mulai sosialisasi tingkat RT/RW hingga jalin kerjasama dengan Kantor Pos.

" Kami juga menghadirkan sistem on-line bagi wajib pajak, dan dapat melihat data-data wajib pajak sendiri. Namun, langkah ampuh membuat wajib pajak bayar tunggakannya, dengan pemberlakuaan syarat lunas pajak, dalam pengurusan Surat Ijin Tempat Usaha (SITU). Dan, ternyata cukup berhasil,"ujar Rianto.

Rianto menjelaskan syarat lunas pajak ini, tidak harus lunas tunggakan 100 persen dari 2003 sampai 2012, untuk bisa urus SITU‎. Kemudahan diberika hingga batas tahunnya.

" Misal harus lunas pajak tiga tahun terakhir saja. Tapi, kita tidak menyatakan lunas ditahun sebelumnya. Tetap dihitung dan utang tunggakan. Inilah bentuk kemudahannya,"jelas Rianto.

Terkait, kenapa jumlah meningkat tunggakan pajak ini, karena banyak lahan kosong beralih fungsi menjadi tanah-tanah banyak orang. Jika dua beberapa hektar atas nama satu orang, dan setelah dijual, bisa menjadi puluhan orang. Otomatis, pajak bumi-bangunannya, jadi tunggakan banyak orang.

Sebagai perbandingan, nilai objek pajak tanah di Tanjungpinang mulai terendah Rp 4 ribu per meter hingga mencapai Rp 1 juta per meter.

"Kawasan pusat kota, tentu pajaknya tinggi, dan data lengkapnya, silahkan ke kantor kami,"ujar Darmono yang menjelaskan kantornya akan pindah dari Batu 5 Bawah ke bekas Kantor DPRD Bintan di Basuki Rahmat Tanjungpinang. (ded)
Continue reading ...

Senin, 03 Februari 2014

Iluni UNP Gelar Pertemuan Nasional di Batam

0 komentar

TRIBUN, BATAM - ‎ Ikatan Alumni Universitas Negeri Padang akan menggelar Seminar dan Musyawarah Nasional di Kota Batam. Kegiatan dengan mengundang seribu guru dan alumni se Indonesia ini akan digelar 15-16 Februari 2014, di Hotel Swissbell Harbaour Bay Batam.

Menurut Prof. Genefri, PhD, Sekjen Iluni UNP kegiatan ini menghadirkan Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Dr Phil. H. Yanuar Kiram dan Ketua Komisi X DPR RI H Asman Abnur, serta sejumlah tokoh pendidikan di Kepri dan dari Sumbar.

" Kami undang seluruh alumni di Indonesia dan Kepri. Kebanyakan alumi kami Guru sekolah dan ada instansi pemerintahan dan swasta‎  di Kepri. Karena mayoritas guru, maka tema menghadirkan menteri pendidikan dengan membahas Kurikulum 2013, dinilai sangat tepat. Dan, tercatat alumni yang jadi guru mencapai 500_700 orang di Kepri," ujar Ganefri, usai bersilahturahmi dengan M Rudi, Wakil Walikota Tanjungpinang, Senin (3/2).

Dijelaskan Profesor bidang pendidikan ini, agenda nanti selain seminar nasional tentang kurikulum pendidikan, juga pertemuan Alumni se Kepri dan undangan dari beberapa kota di Indonesia. Acara akan dilaksanakan satu tempat dan juga mengundang tokoh-tokoh pendidikan di Batam serta Kepri.

" Tema lokalnya, Peran Alumni UNP dalam Mempersiapkan Sumber Daya Manusia di Kepulauan Riau. Kita juga mengundang Gubernur Kepri, dan Wakil Gubernur Kepri, serta sejumlah kepala daerah kota dan kabupaten di Kepri.‎ Dan, dengan hadirnya menteri, serta tokoh pendidikan ini, maka kami berharap, alumni dapat hadir nanti saat acara," harapan Ganefri.

Selain acara seminar, juga digelar rapat kerja penyusunan program kerja tahun 2014-2018, serta pemilihan formatur pengurus Iluni Periode 2014-2018. Bagi alumni yang ingin mengetahui informasi lebih lengkap, silahkan menghubungi pengurus ‎Ganefri081267396403. (ded) 
Continue reading ...

Sabtu, 01 Februari 2014

Hadirkan Taman Ismail di Tanjungpinang

0 komentar

Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri ‎ dinilai masih ketinggalan dari Ibu Kota Provinsi di daerah lain. Ini dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur dan perkembangan pembangunan yang belum jelas arahnya.

DR Harry Azhar Aziz, Anggota Komisi 11 DPR RI ‎menilai, upaya pemerintah daerah masih belum terlihat, bagaimana cara membuat Kota Tanjungpinang, menjadi Kota yang setara dengan Ibukota Provinsi lain di Indonesia. Padahal, Tanjungpinang telah ditunjuk dan jadi Ibukota hampir 10 tahun. 

" Fungsi kami di pusat tidak ada untuk kepentingan pembangunan daerah. Maju dan berkembangnya kota murni peran dari Walikota dan Gubernurnya, karena memiliki kewenangan menggunakan APBD dan APBN. Jika berbicara kemajuan Ibukota Kepri, tentu saya nilai masih seperti dulu. Fungsi kami, hanya mengkritisi dan mengimbau, agar daerah proaktif mengajukan anggaran ke pemerintah pusat. Jika pembangunan untuk kepentingan masyarakat, baiknya proaktif. Dan, itu saya lihat di daerah lain, dimana pemerintah daerahnya lebih aktif,"ujar Harry Azhar kepada Wartawan, Sabtu (1/2)‎.

Harry menilai, rencana pembangunan di Kota Tanjungpinang masih belum terlihat arahnya seperti apa. Sektor apa yang akan digenjot dan jadi unggulan. Jika hanya handalkan sektor wisata, maka harus serius, dan dari sekarang.

" Sekarang orang berwisata ke Tanjungpinang, apa ke Bintan. Kita sama ketahui jawabannya. Memang ada turis ke Pinang, tapi sifatnya kan transit, dan tujuan selanjutnya ke Bintan. Oke, ada Pulau Penyengat‎, tapi apakah infrastruktur di sana memungkinkan orang atau turis menetap. Paling, orang datang bentar, lalu pulang," ungkap Harry.

Untuk menciptakan daya tarik sektor wisata dan dipadukan dengan budaya ini, maka pemerintah daerah dan dibantu pusat, membuat desain pembangunan berwawasan pariwisata.

" Kalau saya usulnya, bangun kawasan seperti Taman Ismail Marjuki di Jakarta, konsepnya seperti itulah. Biayanya, bisa APBD dan APBN, serta investor. Jika terwujud, Kota ini punya ciri khasnya. Dibandingkan saat ini, mau wisata hendak kemana di Pinang,"tambah Harry, yang juga Caleg DPR RI asal Kepri dari Partai Golkar.

Mengenai peran dia sebagai legislatif asal Kepri di Senayan, selama 9 tahun ini, Harry menjelaskan kalau dia terus memperjuangkan terwujudnya pembangunan Jembatan Batam Bintan.

" Sesuai fungsi, saya telah ajukan ke Bappenas RI, dan menilai dapat dilaksanakan. Namun Terkendala dana, dan kesepakatan dengan pihak investor asing. Perlu regulasi yang jelas dan keamanan dan keberpihakan ke Investor. Informasinya, investor asing tertarik membangun, tapi mereka dipercaya mengelola lahan dikawasan sekitar jembatan. Berapa lama, dan bagaimana itu harus didudukan. Yang pasti, membangun jembatan ini nilainya triliunan rupiah,"papar Harry mengakhiri.(ded)


Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10. Dan follow @dedytribun

Continue reading ...

Selasa, 28 Januari 2014

Dana Saksi Rp1,2 T, Truss Saksi Coblos Partai Apa?

0 komentar

Semua orang tentu berharap pelaksanaan Pemilihan Umum pada April dan Juli 2014 mendatang akan berlangsung aman dan jujur. Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah pusat, KPU dan Bawaslu telah dianggarkan dana hingga triliunan rupiah. Penjelaskan Prof Yusril, nilainya mencapai Rp 14 Triliun. Sebuah angka yang besar, jika hasil akhirnya terjadi penyimpangan dan membuat kecewa rakyat.

Pengatar diatas sebuah harapan idealnya. Lalu bagaimana dengan praktek dilapangan nantinya. Inilah yang menjadi pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Kalau Megawati berharap di Mata Natjwa pemilu nanti Jujur Saja, maka itu satu anugerah bagi negeri ini.

Tapi, sebelum berharap, saya ingin menceritakan bagaimana pelaksanaan Pemilu 2009 yang saya pikir ada sedikit aneh, dan walau tidak termasuk kecurangan. Aneh, karena berbuih-buih saksi dan petugas membacakan hasil pemilu, dari pagi hingga malam hari. Dan, ternyata kerja keras petugas pemilihan dan saksi dapat ditelikung menjelang akhir penghitungan suara.  Berbekal saksi caleg yang begadang hingga akhir penghitungan ditingkat seorang caleg provinsi duduk melenggang di DPRD Kepri. Salah saya, kenapa saya tidak ikut hadir diakhir penghitungan suara. Mungkin karena capek, dan kejar dead line berita juga.

Ternyata benar, sesama Caleg dari Partai yang sama, ribut dan berujung ke MK. Putusannya, sang caleg incumben lolos ke kursi dewan. Ok lah, itu takdir dan keberuntungan. Namun, yang menjadi keheranan saya, kenapa petugas PPK di Kecamatan pada waktu itu, kini bekerja dengan sang legislatif, dan berpakaian layaknya warna PNS.  Saya yang siang malam hadir waktu penghitungan dulu, tersentak dan terpaksa senyum. Satu kata dari dia, "Bang, apa kabar, dan saya ikut bapak itu sekarang," celotehnya di Batam.

Cerita lain juga saya temu dilokasi penghitungan Kecamatan. Kali ini caleg dari Partai berbeda dan juga caleg incumbent rela berpanas-panas diluar area kecamatan untuk mendengar hasil penghitungan. Saya tahu namanya dan tentu iseng dan bertanya-tanya kenapa langsung turun kelapangan berhari-hari juga.

"Bang yakin duduk lagi," tanya saya.

Dia tersenyum, dan singkatnya  dia menjelaskan hitung-hitungan jumlah suara, dan kalau mau duduk cukup dapat 1500 suara saja. Dengan angka itu, dia menjelaskan siapa masyarakat yang akan memilih  dirinya. Dan dia menargetkan sekitar 500 orang. Mereka dari kalangan keluarga satu suku, tetangga dan masyarakat yang dia bantu sebelum kampanye. Sisanya diserahkan ke suara partai. Hebanya, dia juga telah membentuk dan membayar saksi sendiri, dan jumlahnya hampir ada di semua TPS dapil pemilihannya.

Wow, saya berpikir nilai dan uang yang besar dia gelontorkan untuk bisa kembali duduk di DPRD, apakah segitu hebatnya sehingga rela menghabiskan banyak uang.

Ok, itu resiko dia, tapi kalau melihat sistemnya, cara menempatkan satu atau dua caleg di TPS dapilnya, maka secara otomatis sang Saksi akan memilih dia saat pencoblosan. Artinya, dia akan meraup suara pasti diseluruh TPS, karena dia membayar saksi dan wajib dong memilih dia. Kalau tak ada, tentu dia akan marah, lah dibayar fungsi selain saksi di TPS, juga saksi untuk memilihnya.

Penjelasan singkat dan padat dari caleg ini, ternyata ampuh, sang caleg pun duduk lagi. Jadi, Dia kumpulkan uang bertahun-tahun di dewan dan memang disiapkan untuk membeli saksi.

Beli saksi dan suara. Tidak haramkan. Tidakkah itu curang. Saya tidak paham secara hukum pemilu, tapi waktu itu saksi pribadi kayaknya terakomodir. Nah, pertanyaan yang lupa saya tanyakan, saksi sebanyak itu dari mana didapat orang-orangnya.

Saya berpikir, mungkin saksi partainya sendiri yang dibayar, atau petugas penjaga tps yang dia bayar, atau sanak keluarga dan entah siapa. Cuma Satu kata, hebat Caleg ini.

Kita tinggalkan cerita diatas, dan sekarang 2014, pemerintah menganggarkan dana Rp 1,2 Triliun untuk dana saksi, dan bantuan dana ke parpol Rp 700 miliar. Jumlah yang besar dan lebih besar dari APBD di satu Kota dan Kabupaten.

Yang jadi pertanyaan saya, dana kan diberikan ke Bawaslu, lalu kriteria saksi seperti apa yang akan mendapat dana itu (digaji). Ok, nanti akan ada seleksi saksi. Tapi, saksinya kan dibayar dari pemerintah, dan apakah saksi ini tidak tergoda untuk memilih partai tertentu. Kita sama tau, anggota  KPU dan Bawaslu adalah orang-orang kepercayaan Partai Politik Tertentu.

Yang saya khawatirkan, apakah saat pembekalan, saksi tidak tergoda iming-iming dan arahan terselubung. Kalau arahannya merusak sistem demokrasi, maka celaka... Ya, mungkin tidak semua saksi akan tergoda, tapi kalau iming-iming menggiurkan, siapa yang menjamin. Jamin akan netral tentunya.

Maaf, kalau saya berprasangka duluan, tapi cuma mengingatkan saja. Jika Anda tidak peduli dengan hal ini, minimal saya memikirkannya. Dan, jika anda duluan memikirkan apa yang saya pikir, berikutnya mari kita mengawasi dan mengingatkan. Kita itu ya Saya dan Anda dan seluruh masyarakat yang ingin hasil pemilu nanti terlaksana Jujur dan Adil. (dedy suwadha/28 januari 2014) Foto net/tempo


Continue reading ...

Minggu, 26 Januari 2014

Janganlah  Bangga Beristri "Pelacur"

0 komentar


Janganlah  Bangga Beristri "Pelacur" 
Continue reading ...

Kamis, 13 Februari 2014

Hernu: Acok, Maliang Teriak Maling

TANJUNGPINANG,BNEWS-Hernu Grandi, salah seorang pengusaha tambang yang dilaporkan koleganya ke pihak Kepolisian angkat bicara. Laporan atas tindak pidana peniuan oleh koleganya, Haryadi alias Acok, terkesan maling teriak maling. Selain itu, Hernu mengatakan pihak Kepolisian di Polres Tanjungpinag terkesan tidak netral.

"Seharusnya saya yang melaporkan Acok itu, karena saya yang banyak rugi. Tapi saya tidak membuat laporan, karena dia banyak hutang sama saya, dia duluan yang membuat laporan. Acok ini sudah sma dengan maliang teriak maling. Setelah dia melaporkan saya, saya kembali melaporkan dia (Acok-red), tapi pihak Polres Tanjunpinang tidak mau menerima laporan saya dengan berbagai macam alasan,"ujar Hernu.

Kasus ini berawal dari pengerjaan tambang di lahannya , jelas Hernu, pada tahun 2011 Boby Jayanto menambang buoksit dilahannya tanpa sepengetahuannya. Setelah usut punya usut, tambahnya, ternyata penambanggan yang dilakukan Boby Jayanto dilahanya itu didanai oleh Acok. Pada saat itu, ia mengaku tidak mengenal dan tidak pernah berhubungan dengan Acok.

"Setelelah saya tau ada orang yang menambang dilahan saya itu, saya langsung mempermasalahkannya. Bagai mana saya bisa mengenal Acok waktu itu, dia (Acok-red) mengirimkan orangnya menemui saya untuk meminta saya untuk menemuinya. Setelah saya temui, Acok curhat kepada saya tetang penambangan yang dilakukan Boby dilayahan saya itu. Acok mengakui yang mendanai penambanggan itu, tapi batu hasil tambang itu tidak dijual Boby kepadanya, Boby menjual hasil tambang itu kepada orang lain,"jelas Hernu.

Dari pertemuannya dengan Acok, Acok meminta saya untuk melaporkan Boby ke Polda Kepri. Setelah laporan diterima Polda, tambahnya, terjadilah perundingan antara Boby, Acok dan saya. Akhirnya hasil pertemuan itu, hasil tambang disepakti dijual dan setelah itu Boby keluar menambang dari lahan saya dan Acok masuk.

"Tapi hasil dari penjualan tambang itu tidak pernah saya terima sampai saat ini. Kata Boby, uang dari hasil jual tambang itu sudah diambil Acok. Hasil tambang sebanyak 36.600 metrik/ton itu, seharusnya saya mendapat sekitar Rp 1 milliar lebih. Anehnya, sekarang saya yang dilaporkan Acok atas hutang piutang yang tidak saya bayar kepadanya sebanyak Rp 700 juta.

Hernu mengaku sudah pernah menyicil hutangnya itu kepada Acok melalui orang bagian keuangan diperusahannya bernama Aseng Baruna alias Agus Susanto. Jika uang itu tidak diterima Acok, katanya, berarti Aseng bisa dikatakan telah melakukan pengelapan uang bosnya (Acok-red).

"Dalam kasus ini, akan saya hadapi sampai dimana pun. Seharusnya saya yang membuat laporan, karena saya yang banyak dirugikan. Padahal uang itu hak orang banyak yang bekerja di tambang, dan belum saya bayarkan. Awalnya saya masih menganggap Acok sebagai orang tua, makanya uang saya yang tidak dikelaurkan itu tidak saya permasalahkan. Sekali lagi saya katakan, dalam kasus ini saya tidak akan takut menghadapi Acok. Katanya Acok kebal hukum, kalau berhadapan dengan saya, saya tidak akan mundur. Saya minta pihak Kepoilisian dalam menangani kasus ini berada di tempat yang netral. Hukum jangan diperjual belikan,"pungkas Hernu yang menemui tribun di kawasan Bintan Centre.

Rabu, 12 Februari 2014

Caleg?? Sudahkah Anda Blusukan Hari Ini


Jadwal resmi kampanye terbuka tinggal beberapa minggu lagi. Walau, ‎gitu hampir merata caleg mencuri Start kampanye yang dibungkus sosialisasi wajah, baik di jalanan maupun di media-media.

Curi Start dilakukan mulai caleg lama dan caleg baru. Baru karena tahun 2014 ini, ada banyak kesempatan jadi Caleg Gratis dan cukup berijazah sarjana atau tokoh masyarakat. Semua terbuka lebar, dan rata-rata berpendapat siapa tau jadi. 

Karena gratis, tentu partainya juga kurang favorit, cuma memenuhui kuota caleg saja kayaknya. Saya tidak mengkomentari anda maju dari partai apa, tapi jika benar-benar memanfaatkan kesempatan itu, bisa saja partai Anda akan menjadi partai favorit di tahun ini.  Caranya, dengan berani mengkritisi rekam jejak caleg lama yang ingin maju lagi.

Mengkritisi boleh, tapi lakukanlah dengan baik dan sopan. Misalnya, berbicara kritis tapi ada datanya. Bukan mengkritisi tanpa data, ujung-ujungnya pencemaran nama baik.  

Caleg yang pintar biasanya memainkan ‎ data dan memiliki tim sejak lama. Tim itu yang bekerja secara sistematis, sambil mengumpulkan data didaerah pemilihannya. Tim inilah yang mengkompori caleg tertentu partai itu buruk.. Intinya tim mampu memutarkan isu, agar caleg mereka laku dijual.

Butuh biayakah, tentu‎.. besarkah relatif. Tapi, kalau dilakukan sejak lama, maka tidak akan terasa. Beda, kalau jadi caleg karena coba-coba.

Biasanya, caleg seperti ini cenderung menyuarakan sakit hatinya karena dulu saya tak dapat, keluarga itu tak dapat, kok cuma keluarga mereka saja yang dapat. Hasilnya, kritis yang mucul bukan berdasarkan data, tapi berdasarkan kepentingan pribadi.

Semoga saja, anda tidak termasuk demikian, jikapun ya, maaf ya ngak masuk menyinggung, tapi cuma mengingatkan saja. Karena, masih ada waktu untuk tampil beda dari caleg lain.

Jangan takut, dengan caleg ber"uang" atau caleg lama. Biasanya, mereka caleg ini memanfaatkan pola transaksi.  

Mengutip pernyataan Ketua Bawaslu pusat di TV siang tadi, Caleg dengan uang banyak, akan mendekati tokoh-tokoh masyarakat tertentu di wilayah pemilihannya. Artinya, cuma beberapa sosok saja yang terbeli. 

" Bagi beras, sembako, pakaian kayaknya sudah kurang tepat dalam massa sosialisasi caleg saat ini. Pendekatan ketokoham juga kurang mengena. Bantuan sembako, ya cocoknya‎ bagi masyarakat korban bencana,"ujar ketua Bawaslu itu.

Saran saja, manfaatkan massa sosialisasi lainnya dengan setiap hari Blusukan. Datang dan silahturahmi warga, tanyakan apa yang dibutuhkan, masalah apa yang perlu segera dilakukan. 

Misal, masalah uang sekolah anak, jadilah caleg yang mengurusnya baik di sekolah maupun ke tingkat lebih tinggi di pemerintahan. Atau masalah kesehatan, bantu mengurus keluarga dan korban yang sakit. Intinya, mengutamakan memberikan Jasa, lebih mahal dibanding bagi-bagi duit dan sembako.

Siapa yang bisa jamin, sembako diberi anda akan dipilih besok, siapa tau, ada caleg lain memberi sembako lain dalam jumlah besar, otomatis Anda akan dikesampingkan saat pencoblosan nanti. 

Oh, anda berpendapat beri bantuan pada kelompok atau SARA tertentu, ya bisa saja, tapi kan Anda bukan satu-satunya juga melakukan yang sama. 

Cara ampuh memengaruhi calon pemilih, ya dengan memberikan lapangan kerja pada warga yang membutuhkan. Mau bukti, ya Jokowi di Solo dengan usaha kayunya, membuat banyak lapangan kerja, dan itu membantu dan dikenang masyarakat.

Memang tulisan ini cuma cuap-cuap saja, tapi saya cuma memberi ide atau cuma sekadar perbandingan apakah Anda Yang jadi Caleg sudah atau belum melakukan.

Kalau menurut saya, masalah masyarakat saat ini, seputar pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, susah mendapatkan rumah tinggal layak huni, susah mendapatkan fasilitas air dan listrik dan masalah berkaitan dengan hukum dan aparat pemerintah.

Kalau masalah perut, semua orang bermasalah sama, baik kaya maupun miskin. Nah, bagaimana caranya mengetahui kebutuhan masyarakat ini, ya dengan Blusukan. Pertanyaannya, Sudahkan Anda Blusukan Hari ini. (dedy suwadha / 12 februari 2014)

Selasa, 11 Februari 2014

Usman-Harun " Bukti " Ganyang Malaysia apa Orderan Negara Tertentu 


Harusnya Perlawanan Usman Harun Dilanjutkan
‎
Ribut-ribut soal nama Kapal Perang Indonesia, ‎KRI Usman Harun kayaknya menjadi momentum bagi kita untuk mengingat seberapa penting sih, konfrontasi yang dikomandoi Presiden Soekarno waktu itu.

Siapa yang diuntungkan dengan konfrontasi itu sebenarnya. Masyarakat Melayu di Singapura, atau republik Indonesia waktu itu.

Secara politik, saya tidak paham karena masih kecil.  Yang saya tahu, setiap hari Pahlawan, kami selalu mencari jejak-jejak para pejuang yang terlibat dalam Ganyang Malaysia.

Benarkah Ganyang Malaysia, apa Ganyang Pulau Singapura. Saya tidak tahu, apakah perang terbuka antara Indonesia dengan Malaysia terjadi di Dataran Malaysia apa di Pulau Singapura saja.

Namun, setiap Malaysia melecehkan Indonesia, maka teriakan Masyarakat kita bergema Ganyang Malysia. Heroik, tapi saya rasa agak keliru, jika Benar konfrontasi TNI kita hanya sampai Singapura.

Jika memang, Tentara Malaysia perang dengan tentara kita di Singapura, maka aksi bom oleh Usman dan Harun waktu itu di Singpura harus menjadi momen baik bagi Indonesia menguasai pulau Singapura.
‎
Tapi, kayaknya, status Usman dan Harun sebagai Prajurit TNI AL KKO alias Marinir yang tewas dimiliter Singapura, seakan terlewatkan saja, karena setelah tentara Malaysia kabur, kenyataan, Singapura menjadi Negara berdiri sendiri.

Sia-siakah Usman dan Harun dikorbankan, saya tidak tahu. Tapi, saya pikir kayaknya Ya.

Kenapa, karena itu tadi, Militer Malaysia kabur dari Siangpura, mestinya Militer Indonesia harus mampu menduduki Singapura.

Tapi, kenyataan tidak, militer kita apakah gagal mengalahkan tentara Inggris di Singapura, atau memang ada misi, cuma memecah kekuasaan Malaysia terhadap Pulau Singapura.

Banyak yang menjadi pertanyaan saya, dan hingga kini belum mampu terjawabkan. Satu, yang pasti, Singapura jatuh ke tangan ‎ Pendatang dari Negeri China. Dan, muncullah nama Lie Kwan You.. 

Apakah ada deal tertentu dengan tokoh Di Singapura, dengan presiden Soekarno waktu itu. Saya tidak bisa jawab‎. 

Tapi, setelah itu Indonesia berhasil menguasai Irian Jaya berikut berbagi emasnya.

Lalu.. Kini nama Prajurit Usman dan Harun menjadi pahlawan, dan dijadikan nama KRI. Lalu, kenapa pula Singapura ribut. Seharusnya masyarakat Singapura berterima kasih kepada pengorbanan mereka.

Terlepas, aksi pengeboman mengakibatkan gejolak dan menggap itu aksi teroris, tapi cobalah Anda lihat dampak positifnya Wahai Warga Singapura. Terutama warga pendatang dari China.

Ada banyak hal dan modus yang belum terungkap dalam Sejarah. Dan, sejarah mengenai Konfrontasi atau Ganyang Malaysia cuma sepintas dalam pelajaran sejarah Di sekolah dulu.

Oh ya, sebelum menutup pertanyaan saya, kenapa diributkan dan diberi nama Kapal itu, menjelang pemilu 2014. 

Apakah ada unsur atau modus lain, untuk mengingatkan masyarakat Indonesia, apakah Aksi Ganyang yang diserukan Soekarno waktu itu, ‎sebagai aksi heorik atau ada upaya melemahkan. 

Saya tidak tahu, dan hanya pembuat kebijakan bersejarah saja lah yang mengetahuinya. Sekali lagi, saya minta maaf kalau perkiraan saya keliru. Tapi, jika pemikiran dan pertanyaan Anda sama seperti saya, maka Anda termasuk orang yang sepaham dengan saya. Dan, kalau Anda bisa meluruskan pertanyaan saya, mohon diberi komentar ya. (dedy suwadha / 12 februari 2014) 

Senin, 10 Februari 2014

Hanya di HPN Bengkulu SBY "Ditawari" Jadi Pimred di Media


BENGKULU- Peringatan Hari Pers Nasional yang digelar setiap tahun dan dihadiri Presiden Republik Indonesia‎, memberi dampak positif bagi tuan rumah.  Begitu juga dengan penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) ke 68 di Bengkulu, dimana hampir 98 persen tamu dan peserta adalah pertama kali ke Bengkulu.

Hal ini diungkap Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono‎, dalam pidato Dihadapan ratusan wartawan dan tamu negara, dipuncak HPN di Benteng Marlborough Bengkulu.

" Saya Ingin Bengkulu bisa bangkit dan bisa berkembang seperti daerah lain di Sumatera. Penyelenggaraan HPN ‎ini, kita akan mengembangkan jalur lintas barat, terutama akses langsung dari Lampung ke Bengkulu. Kita juga mendapat laporan pengeboran minyak lepas pantai juga mulai dikerjakan,"ujar Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pidato hampir satu jam, Minggu (9/2) di Bengkulu.

Diawal pidatonya, ‎SBY menyampaikan kalau ini pidato perpisahannya Dihadapan insan pers seluruh Indonesia.

 " Ini pidato perpisahan (farewell speech) di hadapan insan pers seluruh Indonesia.  Pada Oktober 2014 nanti sudah ada presiden baru yang akan menggantikan posisinya,"ujar SBY.

Dingatkan Presiden, kemerdekaan pers di Indonesia sudah terlaksana. Karenanya, setiap insan pers harus menjaga dan mempergunakan kebebasan yang ada sebaik-baiknya. 
‎
"Kebebasan pers harus dijaga sebaik mungkin dan digunakan untuk kepentingan bersama, sehingga dapat mengawal kinerja pemerintah dan demokrasi," ungkapnya. 

Karenanya Presiden menitipkan amat kepada sejumlah pemilik media massa yang punya keinginan terjun di dunia politik, agar menggunakan medianya dengan baik sebagaimana fungsi media itu sendiri. 

"Kedaulatan tertinggi di tangan rakyat, bukan ditangan pemiliki modal, bukan di tangan media atau penegak hukum," katanya. 
"Karena rakyat tidak bisa dibeli karena mereka punya nurani," ucapnya.

Sementara itu, sebelum pidato SBY, ‎ ‎Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Margiono berpidato dan menyampaikan hal-hal menarik dan ceplas-ceplos di hadapan SBY.

Berkaitan tahun Politik, dan tahun ini SBY pensiun jadi Presiden, Margiono menyampaikan kalau sudah pensiun jangan khawatir.  

" Pak Presiden   tak perlu khawatir jika pensiun dari presiden. Pasalnya, bapak SBY sudah menjadi "Sahabat pers" yang sudah menjadi bagian dari dunia pers.  Ada dua posisi penting yang menanti jika pensiun nanti, pertama jadi Pimred di Media dan posisi menjadi Ketua Dewan Pers," kata Margiono, disambut senyum presiden dan gelak tawan peserta yang hadir.

Pinangan ini muncul, lanjut Margiono, karena ia menilai orang nomor satu di Indonesia ini sudah sangat pantas menjadi Pemimpin Redaksi (Pimred). Dimana SBY punya kemampuan menulis yang dibuktikan melalui hasil karyanya berupa karya tulis dan buku. 

Bahkan menurut Margiono, tulisan SBY lebih hebat dari tulisan wartawan. Sehingga kalau SBY jadi pemred koran dan media, maka kemungkinan besar akan terjadi kemajuan yang luar biasa.

 "Kami saja orang biasa, bisa buat media maju, apalagi kalau yang memimpin media adalah orang luar biasa," puji Margiono. 

Kedua, hubungan SBY dengan media sudah cukup baik. Sehingga SBY dinilai sangat layak bisa memimpin pers kedepan dengan duduk sebagai Ketua Dewan Pers. Apalagi beberapa waktu ke depan masa jabatan pak Bagir Manan juga akan berakhir. 

“Pak Bagir Manan juga siap menyerahkan jabatannya kepada SBY, kalau Pak Bagir sudah pensiun nanti,” ungkap Margiono penuh canda. 

Untuk itu, kata Margiono, insan pers berharap suatu ketika nanti akan ada satuy acara khusus untuk memberikan penghargaan kepada SBY. Dan sebagai bentuk timbal balik, di acara itu SBY diharapankan dapat memberikan orasi lebih mendalam tentang pers, demokrasi, dan pembangunan.

KW Batam Terkenal di Bengkulu

Pada Hari Pers Nasional di Bengkulu ini, ‎PWI Kepri hadir dengan 22 Anggota dan dewan kehormatan, mendampingi Gubernur Kepri diwakili Asisten III Gubernur Kepri Said Agil.

Sabagai tamu, sambutan tuan rumah sangat ramah, sekaligus menyentuh hati.  Sebagai provinsi termuda di Sumatera, Kepri telah mengalahkan kami. Bengkulu, bisa disebut daerah tertinggal dibandingkan daerah lain di Sumatera.

Tertinggal dari potensi investasi, serta letak yang tidak geografis perekonomian Asia.

" Ibarat ikan, Kepri itu lambung atau isinya, sedangkan Bengkulu, sirip atas ikan, yang penuh duri. ‎Arti sebenarnya, kami daerah yang kurang menarik dan cenderung terlupakan. Harapan dulu bisa maju dengan lintas barat, kini tak kunjung selesai, dan di HPN ini pemerintah pusat mulai ‎memperhatikan, dimana akses jalan dari Lampung ke Bengkulu mulai di kembangkan," Harnyoto, Kadis Sosial Provinsi Bengkulu, dalam welcome diner di Hotel Wedika, Sabtu (8/2) malam.

Dijelaskan Harnyoto, masalah investasi juga pengaruh pada kondisi Bengkulu yang disebatu daerah rawan gempa. " Daerah kami daerah pertemuan dua lempeng dunia, ini yang menyebabkan gempa. Kami sadar, dan itu juga yang membuat kami tidak berdaya,"papar Harnyoto lagi.

Terkait Provinsi Kepri, masyarakat Bengkulu sangat mengenal kota Batam. Apalagi, kini telah ada penerbangan Wing Air setiap hari ke Bengkulu.

" Masyarakat kami sangat mengenal Batam, dan produk-produk KW nya. Mulai jam KW, HP KW, tas KW dan elektronik lainnya, kami masyarakat sangat menyukai, dan bicara Batam, terkenal produk KWnya," ungkap ‎ Harnyoto. 

Ketua PWI Kepri, Ramon Damora dalam sambutannya di acara wellcome dinner mengatakan, bahwa kedatangan rombongan media dan Pemprov Kepri adalah semata-mata untuk menghadiri HPN sekaligus menjalin silaturahmi dengan Pemerintah Bengkulu. 

"Tujuan kami sangat jelas, mohon kiranya kami dibimbing," ungkap Ramon. 

Senada dengan Ramon, Asisten Daerah Said Aqil mengatakan bahwa Kepri sangat berterima kasih dengan berbagai sambutan dari sekenap panitia, terutama Dinas Sosial yang diberikan tugas mendampingi rombongan Kepri. 

Dalam suasana santai, Said memuji keramah tamahan masyarakat Bengkulu selaku panitia, dan ia sangat berharap hubungan silaturahmi itu dapat terjalin di lain waktu. 

Selain peringatan HPN, lanjut Said, satu misi penting Kepri adalah membawa pulang HPN 2015 mendatang ke Provinsi Kepri. 

Karenanya, kedatangannya juga tidak hanya sekedar peserta HPN, tetapi bagaimana belajar dari tuan rumah Bengkulu menjadi pelaksanaan yang baik, sehingga bisa diterapkan di HPN 2015 mendatang. ‎(ded)

Kamis, 06 Februari 2014

Gong Xi Fa Cai "Dibalut" Duka Sinabung‎


Banjir sudah berlalu hamir 3 minggu, namun sakitnya bajir masih terasa sampai saat ini. Terutama di daerah Pulau Jawa. Sedangkan, perayaan Imlek ‎juga sudah berlalu beberapa hari lalu, tapi suasanannya masih terasa dimana-mana.

Lalu, diselang antara Banjir di Jawa dan perayan imlek, terjadi letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Korban pun berjatuhan, siapa aja, kan udah ada beritanya. Tinggal googling aja ya. 

Ketika di Jawa musim hujan, di sini pulau Kepri Januari dan Februari ini waktunya musim kemarau. Panas terik, dan menyakitkan kepala.

Suatu keadaan yang didambakan orang-orang di Jawa saat ini, yaitu berhentilah hujan. Sedangkan di Pulau Kepri, turunlah hujan.

Dari pengalaman saya yang lama bertugas liputan di Bandara dan sering main ke Kantor BMG yang kini berganti nama Badan Meteorologi Krimatologi Geofisika, saya diajarkan membaca arah agin, titik satelit, arah perputaran angin topan dan titik kebakaran dan kemarau.

Hampir setiap minggu saya datang ke kantor itu, apalagi kalau tidak ada berita, maka saya ngadem di ruang komputer milik negara ini. Satu kata makasi atas ilmunya.

Dalam siklus cuaca, Imlek musimnya cuaca ekstrim. Imlek identik dengan musim Angin Utara. Dimana terjadi titik tekanan rendah di Pulau Jawa. Sebaliknya, titik angin teringgi berada di Samudera Cina.

Sama seperti air, angin juga mencari titik rendahnya. Hanya saja, dorongan angin ini disertai awan Comulonimbus, alias awan hujan.

Pada kondisi ini, Perairan di Kepri, terlihat sebagai alur jalan tol angin yang datang dari arah Pulau Sumatera, Malaysia dan Perairan Natuna. 

Tiga arah angin datang ini berkumpul jadi satu sebelum di teruskan ke arah Lingga- Bangka dan berkumpul di Pulau Jawa.

Angin kencang ini, otomatis tidak akan mampu menciptakan awan hujan di Kepri. Kondisi ini membuat awan di langit Kepri menghilang karena terbawa ke Pulau Jawa. 

Intinya, menguapnya air ke langit ditampung diawan, dan awan hujan ini dikirim ke Jawa. Hasilnya, ya mendung bertubi-tubi dan hujan lah Pulau Jawa. ‎
‎
Duka dan sumpah serapah mewarnai hati masyarakat di Jawa. Harapan Imlek di tahun Kuda Kayu tidak terlihat di Jawa. 

Imlek tahun ini juga membawa duka bagi warga Manado dan masyarakat di sekitar Gunung Sinabung Sumatera Utara.

Belasan jiwa manusia menjadi korban, dan itu telah menjadi takdir bagi mereka. Tidak ada peringatan mungkin, atau mereka yang ingin coba-coba keganasan alam.

Terkait banjir, memang diawali hujan deras, tapi masalahnya, apakah masyarakat sadar, dengan kebiasaan buruk buang sampah menyebabkan banjir.  

Atau di Sinabung, mungkin lelah dan tidak sabar dengan berbulan-bulan disiram abu gunung, akhirnya warga nekat mendekati gunung. 

Ok, mungkin ini rangkuman kejadian yang saya coba tuliskan di akhir Januari 2014 menyambut Februari 2014. (dedy suwadha / 7 Februari 2014)‎
‎

Rabu, 05 Februari 2014

10 Tahun Terakhir, Penunggak Pajak PBB di Tanjungpinang Capai 100 Ribu Orang


TANJUNGPINANG, TRIBUN - ‎ Pemerintah Kota Tanjungpinang kesalahan menerima tugas penagihan pajak bumi dan bangunan yang tertunggak mencapai Rp 32 miliar sejak tahun 2003. Angka ini dari jumlah wajib pajak yang menunggak 100 ribu orang wajib pajak.

" Tahun 2012 lalu, kami menerima berkas dan data tunggakan pajak masyarakat Tanjungpinang dari Kantor Dirjen Pajak pusat. Kini data itu ada pada kami, dan tugas kami yang menagihnya ke masyarakat. Kagetnya, nilai cukup besar dan jumlah Penunggak mencapai 78 ribu orang. Bahkan diakhir tahun 2013, Penunggak bertambah menjadi 100 ribu lebih orang Penunggak pajak bumi dan bangunan ini. Kami harus kerja keras tapi penagihannya tidak meresahkan masyarakat," ujar Darmanto, ‎‎Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan  Aset Daerah (DPPKAD) Tanjungpinang, didampingi Rianto, Kabid PBB Kota Tanjungpinang, Rabu (5/2) ke wartawan.

Dijelaskan Darmanto, masalah penunggakan pajak daerah ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan pusat. Dalam proses penunggakannya baru berhasil sebesar 10 persen lebih. Tidak maksimal dalam penagihan karena beberapa faktor, diantara banyak wajib pajak pindah dan tidak terlacak keberadaannya. 

" Baru Rp 3 miliar lebih dalam proses 1 tahun kerja ini. Kami pilah dan pilih, untuk Penunggak pajak dengan nilai Rp 2 juta keatas dulu, serta wajib pajak dengan data yang lengkap. Tujuan, agar tidak memberatkan dan meresahkan masyarakat. ‎Ada bukti fisiknya, tapi siapa pemilik sahnya, juga tidak bisa dihubungi,"ujar Darmanto lagi.

Ditambahkan Rianto, kebijakan mengutamakan nilai tunggakan diatas Rp 2 juta keatas juga dibarengi dengan sosialisasi ke semua tingkatan masyarakat. Mulai sosialisasi tingkat RT/RW hingga jalin kerjasama dengan Kantor Pos.

" Kami juga menghadirkan sistem on-line bagi wajib pajak, dan dapat melihat data-data wajib pajak sendiri. Namun, langkah ampuh membuat wajib pajak bayar tunggakannya, dengan pemberlakuaan syarat lunas pajak, dalam pengurusan Surat Ijin Tempat Usaha (SITU). Dan, ternyata cukup berhasil,"ujar Rianto.

Rianto menjelaskan syarat lunas pajak ini, tidak harus lunas tunggakan 100 persen dari 2003 sampai 2012, untuk bisa urus SITU‎. Kemudahan diberika hingga batas tahunnya.

" Misal harus lunas pajak tiga tahun terakhir saja. Tapi, kita tidak menyatakan lunas ditahun sebelumnya. Tetap dihitung dan utang tunggakan. Inilah bentuk kemudahannya,"jelas Rianto.

Terkait, kenapa jumlah meningkat tunggakan pajak ini, karena banyak lahan kosong beralih fungsi menjadi tanah-tanah banyak orang. Jika dua beberapa hektar atas nama satu orang, dan setelah dijual, bisa menjadi puluhan orang. Otomatis, pajak bumi-bangunannya, jadi tunggakan banyak orang.

Sebagai perbandingan, nilai objek pajak tanah di Tanjungpinang mulai terendah Rp 4 ribu per meter hingga mencapai Rp 1 juta per meter.

"Kawasan pusat kota, tentu pajaknya tinggi, dan data lengkapnya, silahkan ke kantor kami,"ujar Darmono yang menjelaskan kantornya akan pindah dari Batu 5 Bawah ke bekas Kantor DPRD Bintan di Basuki Rahmat Tanjungpinang. (ded)

Senin, 03 Februari 2014

Iluni UNP Gelar Pertemuan Nasional di Batam


TRIBUN, BATAM - ‎ Ikatan Alumni Universitas Negeri Padang akan menggelar Seminar dan Musyawarah Nasional di Kota Batam. Kegiatan dengan mengundang seribu guru dan alumni se Indonesia ini akan digelar 15-16 Februari 2014, di Hotel Swissbell Harbaour Bay Batam.

Menurut Prof. Genefri, PhD, Sekjen Iluni UNP kegiatan ini menghadirkan Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Dr Phil. H. Yanuar Kiram dan Ketua Komisi X DPR RI H Asman Abnur, serta sejumlah tokoh pendidikan di Kepri dan dari Sumbar.

" Kami undang seluruh alumni di Indonesia dan Kepri. Kebanyakan alumi kami Guru sekolah dan ada instansi pemerintahan dan swasta‎  di Kepri. Karena mayoritas guru, maka tema menghadirkan menteri pendidikan dengan membahas Kurikulum 2013, dinilai sangat tepat. Dan, tercatat alumni yang jadi guru mencapai 500_700 orang di Kepri," ujar Ganefri, usai bersilahturahmi dengan M Rudi, Wakil Walikota Tanjungpinang, Senin (3/2).

Dijelaskan Profesor bidang pendidikan ini, agenda nanti selain seminar nasional tentang kurikulum pendidikan, juga pertemuan Alumni se Kepri dan undangan dari beberapa kota di Indonesia. Acara akan dilaksanakan satu tempat dan juga mengundang tokoh-tokoh pendidikan di Batam serta Kepri.

" Tema lokalnya, Peran Alumni UNP dalam Mempersiapkan Sumber Daya Manusia di Kepulauan Riau. Kita juga mengundang Gubernur Kepri, dan Wakil Gubernur Kepri, serta sejumlah kepala daerah kota dan kabupaten di Kepri.‎ Dan, dengan hadirnya menteri, serta tokoh pendidikan ini, maka kami berharap, alumni dapat hadir nanti saat acara," harapan Ganefri.

Selain acara seminar, juga digelar rapat kerja penyusunan program kerja tahun 2014-2018, serta pemilihan formatur pengurus Iluni Periode 2014-2018. Bagi alumni yang ingin mengetahui informasi lebih lengkap, silahkan menghubungi pengurus ‎Ganefri081267396403. (ded) 

Sabtu, 01 Februari 2014

Hadirkan Taman Ismail di Tanjungpinang


Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri ‎ dinilai masih ketinggalan dari Ibu Kota Provinsi di daerah lain. Ini dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur dan perkembangan pembangunan yang belum jelas arahnya.

DR Harry Azhar Aziz, Anggota Komisi 11 DPR RI ‎menilai, upaya pemerintah daerah masih belum terlihat, bagaimana cara membuat Kota Tanjungpinang, menjadi Kota yang setara dengan Ibukota Provinsi lain di Indonesia. Padahal, Tanjungpinang telah ditunjuk dan jadi Ibukota hampir 10 tahun. 

" Fungsi kami di pusat tidak ada untuk kepentingan pembangunan daerah. Maju dan berkembangnya kota murni peran dari Walikota dan Gubernurnya, karena memiliki kewenangan menggunakan APBD dan APBN. Jika berbicara kemajuan Ibukota Kepri, tentu saya nilai masih seperti dulu. Fungsi kami, hanya mengkritisi dan mengimbau, agar daerah proaktif mengajukan anggaran ke pemerintah pusat. Jika pembangunan untuk kepentingan masyarakat, baiknya proaktif. Dan, itu saya lihat di daerah lain, dimana pemerintah daerahnya lebih aktif,"ujar Harry Azhar kepada Wartawan, Sabtu (1/2)‎.

Harry menilai, rencana pembangunan di Kota Tanjungpinang masih belum terlihat arahnya seperti apa. Sektor apa yang akan digenjot dan jadi unggulan. Jika hanya handalkan sektor wisata, maka harus serius, dan dari sekarang.

" Sekarang orang berwisata ke Tanjungpinang, apa ke Bintan. Kita sama ketahui jawabannya. Memang ada turis ke Pinang, tapi sifatnya kan transit, dan tujuan selanjutnya ke Bintan. Oke, ada Pulau Penyengat‎, tapi apakah infrastruktur di sana memungkinkan orang atau turis menetap. Paling, orang datang bentar, lalu pulang," ungkap Harry.

Untuk menciptakan daya tarik sektor wisata dan dipadukan dengan budaya ini, maka pemerintah daerah dan dibantu pusat, membuat desain pembangunan berwawasan pariwisata.

" Kalau saya usulnya, bangun kawasan seperti Taman Ismail Marjuki di Jakarta, konsepnya seperti itulah. Biayanya, bisa APBD dan APBN, serta investor. Jika terwujud, Kota ini punya ciri khasnya. Dibandingkan saat ini, mau wisata hendak kemana di Pinang,"tambah Harry, yang juga Caleg DPR RI asal Kepri dari Partai Golkar.

Mengenai peran dia sebagai legislatif asal Kepri di Senayan, selama 9 tahun ini, Harry menjelaskan kalau dia terus memperjuangkan terwujudnya pembangunan Jembatan Batam Bintan.

" Sesuai fungsi, saya telah ajukan ke Bappenas RI, dan menilai dapat dilaksanakan. Namun Terkendala dana, dan kesepakatan dengan pihak investor asing. Perlu regulasi yang jelas dan keamanan dan keberpihakan ke Investor. Informasinya, investor asing tertarik membangun, tapi mereka dipercaya mengelola lahan dikawasan sekitar jembatan. Berapa lama, dan bagaimana itu harus didudukan. Yang pasti, membangun jembatan ini nilainya triliunan rupiah,"papar Harry mengakhiri.(ded)


Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10. Dan follow @dedytribun

Selasa, 28 Januari 2014

Dana Saksi Rp1,2 T, Truss Saksi Coblos Partai Apa?


Semua orang tentu berharap pelaksanaan Pemilihan Umum pada April dan Juli 2014 mendatang akan berlangsung aman dan jujur. Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah pusat, KPU dan Bawaslu telah dianggarkan dana hingga triliunan rupiah. Penjelaskan Prof Yusril, nilainya mencapai Rp 14 Triliun. Sebuah angka yang besar, jika hasil akhirnya terjadi penyimpangan dan membuat kecewa rakyat.

Pengatar diatas sebuah harapan idealnya. Lalu bagaimana dengan praktek dilapangan nantinya. Inilah yang menjadi pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Kalau Megawati berharap di Mata Natjwa pemilu nanti Jujur Saja, maka itu satu anugerah bagi negeri ini.

Tapi, sebelum berharap, saya ingin menceritakan bagaimana pelaksanaan Pemilu 2009 yang saya pikir ada sedikit aneh, dan walau tidak termasuk kecurangan. Aneh, karena berbuih-buih saksi dan petugas membacakan hasil pemilu, dari pagi hingga malam hari. Dan, ternyata kerja keras petugas pemilihan dan saksi dapat ditelikung menjelang akhir penghitungan suara.  Berbekal saksi caleg yang begadang hingga akhir penghitungan ditingkat seorang caleg provinsi duduk melenggang di DPRD Kepri. Salah saya, kenapa saya tidak ikut hadir diakhir penghitungan suara. Mungkin karena capek, dan kejar dead line berita juga.

Ternyata benar, sesama Caleg dari Partai yang sama, ribut dan berujung ke MK. Putusannya, sang caleg incumben lolos ke kursi dewan. Ok lah, itu takdir dan keberuntungan. Namun, yang menjadi keheranan saya, kenapa petugas PPK di Kecamatan pada waktu itu, kini bekerja dengan sang legislatif, dan berpakaian layaknya warna PNS.  Saya yang siang malam hadir waktu penghitungan dulu, tersentak dan terpaksa senyum. Satu kata dari dia, "Bang, apa kabar, dan saya ikut bapak itu sekarang," celotehnya di Batam.

Cerita lain juga saya temu dilokasi penghitungan Kecamatan. Kali ini caleg dari Partai berbeda dan juga caleg incumbent rela berpanas-panas diluar area kecamatan untuk mendengar hasil penghitungan. Saya tahu namanya dan tentu iseng dan bertanya-tanya kenapa langsung turun kelapangan berhari-hari juga.

"Bang yakin duduk lagi," tanya saya.

Dia tersenyum, dan singkatnya  dia menjelaskan hitung-hitungan jumlah suara, dan kalau mau duduk cukup dapat 1500 suara saja. Dengan angka itu, dia menjelaskan siapa masyarakat yang akan memilih  dirinya. Dan dia menargetkan sekitar 500 orang. Mereka dari kalangan keluarga satu suku, tetangga dan masyarakat yang dia bantu sebelum kampanye. Sisanya diserahkan ke suara partai. Hebanya, dia juga telah membentuk dan membayar saksi sendiri, dan jumlahnya hampir ada di semua TPS dapil pemilihannya.

Wow, saya berpikir nilai dan uang yang besar dia gelontorkan untuk bisa kembali duduk di DPRD, apakah segitu hebatnya sehingga rela menghabiskan banyak uang.

Ok, itu resiko dia, tapi kalau melihat sistemnya, cara menempatkan satu atau dua caleg di TPS dapilnya, maka secara otomatis sang Saksi akan memilih dia saat pencoblosan. Artinya, dia akan meraup suara pasti diseluruh TPS, karena dia membayar saksi dan wajib dong memilih dia. Kalau tak ada, tentu dia akan marah, lah dibayar fungsi selain saksi di TPS, juga saksi untuk memilihnya.

Penjelasan singkat dan padat dari caleg ini, ternyata ampuh, sang caleg pun duduk lagi. Jadi, Dia kumpulkan uang bertahun-tahun di dewan dan memang disiapkan untuk membeli saksi.

Beli saksi dan suara. Tidak haramkan. Tidakkah itu curang. Saya tidak paham secara hukum pemilu, tapi waktu itu saksi pribadi kayaknya terakomodir. Nah, pertanyaan yang lupa saya tanyakan, saksi sebanyak itu dari mana didapat orang-orangnya.

Saya berpikir, mungkin saksi partainya sendiri yang dibayar, atau petugas penjaga tps yang dia bayar, atau sanak keluarga dan entah siapa. Cuma Satu kata, hebat Caleg ini.

Kita tinggalkan cerita diatas, dan sekarang 2014, pemerintah menganggarkan dana Rp 1,2 Triliun untuk dana saksi, dan bantuan dana ke parpol Rp 700 miliar. Jumlah yang besar dan lebih besar dari APBD di satu Kota dan Kabupaten.

Yang jadi pertanyaan saya, dana kan diberikan ke Bawaslu, lalu kriteria saksi seperti apa yang akan mendapat dana itu (digaji). Ok, nanti akan ada seleksi saksi. Tapi, saksinya kan dibayar dari pemerintah, dan apakah saksi ini tidak tergoda untuk memilih partai tertentu. Kita sama tau, anggota  KPU dan Bawaslu adalah orang-orang kepercayaan Partai Politik Tertentu.

Yang saya khawatirkan, apakah saat pembekalan, saksi tidak tergoda iming-iming dan arahan terselubung. Kalau arahannya merusak sistem demokrasi, maka celaka... Ya, mungkin tidak semua saksi akan tergoda, tapi kalau iming-iming menggiurkan, siapa yang menjamin. Jamin akan netral tentunya.

Maaf, kalau saya berprasangka duluan, tapi cuma mengingatkan saja. Jika Anda tidak peduli dengan hal ini, minimal saya memikirkannya. Dan, jika anda duluan memikirkan apa yang saya pikir, berikutnya mari kita mengawasi dan mengingatkan. Kita itu ya Saya dan Anda dan seluruh masyarakat yang ingin hasil pemilu nanti terlaksana Jujur dan Adil. (dedy suwadha/28 januari 2014) Foto net/tempo


Minggu, 26 Januari 2014

Janganlah  Bangga Beristri "Pelacur"



Janganlah  Bangga Beristri "Pelacur" 
 

Blogger news

Blogroll

About

Copyright © Modus News Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger